
Guru adalah faktor penentu keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa
kontribusi terbesar atas capaian prestasi murid diberikan oleh guru. Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana
sekolah, khususnya di daerah-daerah terpencil, peran guru semakin penting. Namun, berbagai penelitian
menunjukkan bahwa tingkat ketidakhadiran guru di daerah terpencil di negara-negara sedang berkembang
masih cukup tinggi. Hal ini terjadi karena banyak dan rumitnya masalah yang harus dihadapi para guru di
daerah tersebut, terutama terbatasnya fasilitas sekolah dan sulitnya akses ke sekolah karena kondisi alam,
ketiadaan sarana transportasi, dan mahalnya biaya transportasi. Besarnya permasalahan yang tidak sebanding
dengan insentif yang mereka peroleh dapat memperlemah motivasi dan kinerja guru dalam menjalankan tugas.
Oleh karenanya, pemberian insentif yang memadai bagi guru yang bertugas di daerah terpencil sangat diperlukan
agar pendidikan di daerah terpencil tidak semakin tertinggal dari daerah yang lebih maju. uijughjgjkgjkgkgkjgkgjk
Program Bantuan Kesejahteraan bagi Guru di Daerah Terpencil
Pemberian insentif ekonomi kepada guru dalam banyak kasus mampu meningkatkan tingkat kehadiran guru di sekolah.
Pemberian insentif ini juga dapat meningkatkan prestasi murid, khususnya melalui perbaikan metode mengajar, pemberian
pelajaran tambahan di luar jam mengajar, dan peningkatan respons guru terhadap kebutuhan siswa. mhjhjh
Di Indonesia, pemberian insentif kepada guru yang bertugas di daerah terpencil telah diatur dalam UU No. 14 Tahun
2005 tentang Guru dan Dosen. Ketentuan ini dijabarkan dalam Permendiknas No. 32 Tahun 2007 tentang Bantuan
Kesejahteraan Guru yang Bertugas di Daerah Khusus yang menyebutkan bahwa, antara lain, guru-guru PNS dan
non-PNS yang telah memenuhi persyaratan tertentu akan memperoleh bantuan kesejahteraan (bankes). Dalam
pelaksanaannya, besaran insentif yang diterima guru peserta Program Bankes adalah Rp1.350.000 per bulan. Pemberian
Bankes diharapkan dapat memotivasi para guru untuk tetap mengajar di daerah terpencil tempat mereka bertugas.
Untuk mengetahui tingkat keefektifan Program Bankes, Lembaga Penelitian SMERU melakukan penelitian
tentang dampak pemberian Bankes terhadap salah satu indikator utama kinerja guru, yaitu tingkat absensi guru
di sekolah. Dengan demikian, dapat diketahui apakah program ini cukup efektif dan, jika layak untuk diteruskan,
apa saja perbaikan yang perlu dilakukan.